twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Pramuka Siapa Yang Punya ?

Pramuka siapa yang punya,
pramuka siapa yang punya,
pramuka siapa yang punya,
yang punya kita semua...

Lirik ini tentu tidak asing lagi ditelinga kita. Di sadari atau tidak, lagu ini memiliki sugesti di dalamnya, bukan hanya sekedar lagu yang di dendangkan ketika latihan setiap minggu. Banyak pertanyaan yang akan muncul dari sebaris kalimat ini.

Jika revitalisasi telah dikumandang dua tahun yang lalu untuk memperkokoh eksistensi keberadaan Gerakan Pramuka, bagaimana cara menilainya? Kalau hanya melihat dari sekedar memakai baju pramuka, dari tingkat sekolah dasar, sampai pejabat pun telah mengenakan baju pramuka. Tetapi, bagaimana rasa memiliki terhadap Gerakan Pramuka. Sebagai contoh, setiap kepala daerah secara otomatis menjadi ketua majelis pembimbing, camat menjadi kamabiran, bupati menjadi kamabicab, gubernur menjadi kamabida, tidak peduli apakah individu tersebut memiliki pengetahuan, ataupun sistem dalam Gerakan Pramuka.

Jika kita boleh memilih antara orang yang meiliki pengalaman dan pengetahuan dalam Gerakan Pramuka atau orang yang punya kekuasaan dan uang?. Hal ini memang dilatar belakangi oleh faktor kelancaran administrasi dan keuangan, tapi itu semua ada plus dan minusnya dan cendrung mengarah pada politis.

Beruntunglah Ketika seseorang yang duduk di posisi penting dalam Gerakan Pramukan adalah orang yang paham sistem dan mendukung segala bentuk kegiatan dalam organisasi ini. Masalah akan muncul,ketika yang memegang kebijakan adalah orang yang tak mengenal sistem dan peraturan Gerakan Pramuka, yang dia tahu adalah Gerakan Pramuka ‘adalah punya ku’ ya fasilitasnya, uangnya, atau pun kegiatannya. Kegiatan diadakan jika Aku mau, karena pramuka milikku. Hal ini mungkin terlalu parno, namun telah banyak kejadian dilapangan yang menghambat perkembangan Gerakan Pramuka.

Jika memang revitalisasi ingin berhasil dalam memajukan Gerakan Pramuka, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Salah satunya, memberikan pemahaman kepadan pemegang kebijakan dan berperan penting dalam Gerakan Pramuka, mengenai struktur, sistem dan pengelolaan kegiatan dalam Gerakan Pramuka. Menghilangkan anggapan pramuka milikmu, milikku, atau bukan milik siapa-siapa. Tapi, Gerakan Pramuka memang Milik kita semua.

Gerakan Pramuka seyogyanya merupakan organisasi lintas generasi, dari anak-anak sampai orang dewasa dapat berperan dalam organisasi kepanduan yang bersifat universal ini. Banyak harapan yang dipertaruhkan terhadap Gerakan Pramuka sebagai alternatif solusi masalah kaum muda menghadapi dampak negatif dari ilmu pengetahuan, menemalisir krisis moral dikalangan generasi muda.

Tanyakan apa yang kita bisa berikan pada Gerakan Pramuka, dan bukan mempertanyakan apa yang Gerakan Pramuka berikan pada kita, karena Gerakan Pramuka telah memberikan ilmu dan pemahaman yang tidak kita peroleh dari oraganisasi lain. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka Milikku, milikmu, dan milik kita semua,


bY;k@ng ie_b@Dt

0 komentar:

Poskan Komentar