twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Kode Kehormatan Seorang Pramuka

Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.

A.Satya
Satya adalah :
* Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
* Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
* Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.

Satya dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwisatya dan Trisatya"

- Dwisatya

Dwisatya adalah satya yang digunakan khusus untuk Pramuka Siaga. selengkapnya berbunyi sebagai berikut :
Dwisatya Pramuka Siaga
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

* menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengikuti tatakrama keluarga.
* setiap hari berbuat kebajikan.

- Trisatya

Trisatya merupakan janji dan tiga kode moral yang digunakan dalam Gerakan Pramuka. Disebut trisatya karena mengandung tiga butir utama yang menjadi panutan setiap Pramuka.

Setiap kali Pramuka akan dilantik menuju tingkatan yang lebih tinggi atau dilantik untuk acara lainnya, diwajibkan melaksanakan upacara ucap ulang janji yang berupa pembacaan trisatya di depan sang saka merah putih. Kode Moral Trisatya digunakan oleh pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega.

Trisatya dibagi dua, Trisatya untuk Penggalang dan Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa.

1. Trisatya untuk penggalang selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
3. menepati Dasadharma.

2. Trisatya untuk Penegak, Pandega, dan anggota dewasa selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

Trisatya
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

1. menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila.
2. menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
3. menepati Dasadarma.

B. Dharma

Dharma adalah :
* Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
* Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong pesertadidik menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
* Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
* Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

Dharma dibagi menjadi dua, sesuai dengan kelompok umur peserta didik, yaitu Dwidharma dan Dasadharma"

1. Dwidharma

Dwidarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut :

Dwidarma Pramuka Siaga

* Siaga berbakti kepada ayah bundanya.
* Siaga berani dan tidak putus asa.

Dasadharma

Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:
Dasadharma
Pramuka itu:
1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
3. Patriot yang sopan dan kesatria.
4. Patuh dan suka bermusyawarah.
5. Rela menolong dan tabah.
6. Rajin, terampil, dan gembira.
7. Hemat, cermat, dan bersahaja.
8. Disiplin, berani, dan setia.
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.



By:k@ng ie_b@Dt

ORGANISASI BUKAN AJANG NAMPANG DAN TEMPAT RIBUT

Sering kita mendengr kalau organisasi itu adalah tempat nampang dan keributan,tapi jangan salah organisasi bukanlah tempat untuk mengisi waktu luang,ajang nampang dan cari jodoh serta tempat keributan melainkan organisasi adalah tempat kita bekerja dan belajar.
Bekerja dalam organisasi adalah meluangkan waktu yang cukup untuk memenuhi tugas,tanggung jawab yang telah diamanahkan kepada kita,sedangkan belajar dalam organisasi adalah menerima semua kritik dan saran sebagai salah satu media pembelajaran dan pengamalan agar kita dapat melangkah ke depan dengan lebih baik yang tentunya akan diterima oleh semua pihak selain itu pembelajaran dalam organisasi adalah mencari solusi dalamppemecahan tiap masalah di dalam organisasi.
Kata ribut diatas yaitu bukan berarti ingin menang dalam pengajuan pendapat melainkan ajang untuk membuat kondisi menjadi tegang dan intensitas kekerasan sering terjadi.organisasi yangkita diami haruslah kita gunakan untuk mengajukan pendaapt dan gagasan yang mungkin akan memperbaiki keadaan organisasi demi kemajuan bersama.
Bekerja dan belajar dalam organisasi sangat penting untuk menghindari terjadinya keributan dalam organisasi,keributan dapat terjadi manakala ada kaum minoritas yang terlupakan.


By:k@ng ie_b@dt

Pramuka Siapa Yang Punya ?

Pramuka siapa yang punya,
pramuka siapa yang punya,
pramuka siapa yang punya,
yang punya kita semua...

Lirik ini tentu tidak asing lagi ditelinga kita. Di sadari atau tidak, lagu ini memiliki sugesti di dalamnya, bukan hanya sekedar lagu yang di dendangkan ketika latihan setiap minggu. Banyak pertanyaan yang akan muncul dari sebaris kalimat ini.

Jika revitalisasi telah dikumandang dua tahun yang lalu untuk memperkokoh eksistensi keberadaan Gerakan Pramuka, bagaimana cara menilainya? Kalau hanya melihat dari sekedar memakai baju pramuka, dari tingkat sekolah dasar, sampai pejabat pun telah mengenakan baju pramuka. Tetapi, bagaimana rasa memiliki terhadap Gerakan Pramuka. Sebagai contoh, setiap kepala daerah secara otomatis menjadi ketua majelis pembimbing, camat menjadi kamabiran, bupati menjadi kamabicab, gubernur menjadi kamabida, tidak peduli apakah individu tersebut memiliki pengetahuan, ataupun sistem dalam Gerakan Pramuka.

Jika kita boleh memilih antara orang yang meiliki pengalaman dan pengetahuan dalam Gerakan Pramuka atau orang yang punya kekuasaan dan uang?. Hal ini memang dilatar belakangi oleh faktor kelancaran administrasi dan keuangan, tapi itu semua ada plus dan minusnya dan cendrung mengarah pada politis.

Beruntunglah Ketika seseorang yang duduk di posisi penting dalam Gerakan Pramukan adalah orang yang paham sistem dan mendukung segala bentuk kegiatan dalam organisasi ini. Masalah akan muncul,ketika yang memegang kebijakan adalah orang yang tak mengenal sistem dan peraturan Gerakan Pramuka, yang dia tahu adalah Gerakan Pramuka ‘adalah punya ku’ ya fasilitasnya, uangnya, atau pun kegiatannya. Kegiatan diadakan jika Aku mau, karena pramuka milikku. Hal ini mungkin terlalu parno, namun telah banyak kejadian dilapangan yang menghambat perkembangan Gerakan Pramuka.

Jika memang revitalisasi ingin berhasil dalam memajukan Gerakan Pramuka, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Salah satunya, memberikan pemahaman kepadan pemegang kebijakan dan berperan penting dalam Gerakan Pramuka, mengenai struktur, sistem dan pengelolaan kegiatan dalam Gerakan Pramuka. Menghilangkan anggapan pramuka milikmu, milikku, atau bukan milik siapa-siapa. Tapi, Gerakan Pramuka memang Milik kita semua.

Gerakan Pramuka seyogyanya merupakan organisasi lintas generasi, dari anak-anak sampai orang dewasa dapat berperan dalam organisasi kepanduan yang bersifat universal ini. Banyak harapan yang dipertaruhkan terhadap Gerakan Pramuka sebagai alternatif solusi masalah kaum muda menghadapi dampak negatif dari ilmu pengetahuan, menemalisir krisis moral dikalangan generasi muda.

Tanyakan apa yang kita bisa berikan pada Gerakan Pramuka, dan bukan mempertanyakan apa yang Gerakan Pramuka berikan pada kita, karena Gerakan Pramuka telah memberikan ilmu dan pemahaman yang tidak kita peroleh dari oraganisasi lain. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka Milikku, milikmu, dan milik kita semua,


bY;k@ng ie_b@Dt

Bapak Pramuka

SIAPAKAH BELIAU ?
Sri Sultan Hamengkubuwono IX ( Sompilan Ngasem, Yogyakarta, 12 April 1912 – Washington, DC, AS, 1 Oktober 1988 ) adalah seorang Raja Kasultanan Yogyakarta dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Beliau juga Wakil Presiden Indonesia yang kedua antara tahun 1973-1978. Beliau juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (1961 – 1974)

Biografi
Lahir di Yogyakarta dengan nama GRM Dorojatun pada 12 April 1912, HamengkubuwonoIX adalah putra dari Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Raden Ajeng Kustilah. Diumur 4 tahun Hamengkubuwono IX tinggal pisah dari keluarganya. Dia memperoleh pendidikan di HIS di Yogyakarta, MULO di Semarang, dan AMS di Bandung. Pada tahun 1930-an beliau berkuliah di Universiteit Leiden, Belanda (”SultanHenkie”).
Hamengkubuwono IX dinobatkan sebagai Sultan Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940 dengan gelar “Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan HamengkubuwonoSenopati Ing Alogo Ngabdurrokhman Sayidin Panotogomo Kholifatulloh Ingkang Kaping Songo”. Beliau merupakan sultan yang menentang penjajahan Belanda dan mendorong kemerdekaan Indonesia. Selain itu, dia juga mendorong agar pemerintah RI memberi status khusus bagi Yogyakarta dengan predikat “Istimewa”. Sejak 1946 beliau pernah beberapa kali menjabat menteri pada kabinet yang dipimpin Presiden Soekarno. Jabatan resminya pada tahun 1966 adalah ialah Menteri Utama di bidang Ekuin.
Pada tahun 1973 beliau diangkat sebagai wakil presiden. Pada akhir masa jabatannya pada tahun 1978, beliau menolak untuk dipilih kembali sebagai wakil presiden dengan alasan kesehatan. Namun, ada rumor yang mengatakan bahwa alasan sebenarnya ia mundur adalah karena tak menyukai Presiden Soeharto yang represif seperti pada Peristiwa Malari dan hanyut pada KKN.
Minggu malam pada 1 Oktober 1988 ia wafat di George Washington University Medical Centre, Amerika Serikat dan dimakamkan di pemakaman para sultan Mataram di Imogiri.


By:k@ng ie_b@Dt

GERAKAN PRAMUKA

Pengertian Kepramukaan

Kepramukaan pada hakekatnya adalah :
Suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda di bawah tanggungjawab orang dewasa;
Yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan di luar lingkungan pendidikan keluarga dan di alam terbuka;
Dengan menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Sifat Kepramukaan
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepramukaan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepramukaan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

1.Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
2.Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepramukaan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pramuka dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa.
3.Universal, yang berarti bahwa kepramukaan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Fungsi Kepramukaan

Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai :

1.Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda
Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi bukan sekadar main-main, yang hanya bersifat hiburan saja, tanpa aturan dan tujuan, dan tidak bernilai pendidikan. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.
2.Pengabdian bagi orang dewasa
Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan organisasi.
3.Alat bagi masyarakat dan organisasi
Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.

Istilah Gerakan Pramuka dan Pramuka

Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia.

Sebelum tahun 1961 di Indonesia pernah berdiri berbagai macam organisasi kepramukaan seperti Pandu Rakyat Indonesia, Kepanduan Bangsa Indonesia, Hizbul Waton dan lain-lain. Sekarang hanya satu organisasi yang disebut Gerakan Pramuka.

Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang berusia antara 7 sampai dengan 25 tahun, dan berkedudukan sebagai peserta didik, yaitu sebagai Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pleatih, Pamong Saka, Staff Kwartir dan Majelis Pembimbing.

Disamping itu kata Pramuka juga dapat diartikan praja muda karana, yaitu rakyat muda yang suka berkarya.


by:k@ng ie_baDt